Petrokimia Turunkan Harga Pupuk Rp 500 per Kg

Kabar gembira bagi masyarakat Sumsel, keberadaan pupuk organik bakal memborbardir pasar. Pupuk ini mulai dijual murah oleh produsen pupuk PT Petrokimia Gresik semenjak awal tahun 2009.

MARTAPURA, RP – Harga pupuk organik turun di posisi Rp 500 per kilogram dibandingkan tahun sebelumnya mencapai Rp 1000 per kilogram. Kesempatan ini, diharapkan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin menutupi kekurangan kebutuhan pupuk hampir 50 persen dari total kebutuhan saat ini.
Begitu dilontarkan oleh Manager Pemasaran PT Petrokimia Gresik Wilayah Sumsel Eddy S, beberapa hari lalu. Saat ini, pihaknya sudah menurunkan harga pupuk organik produksi PT Petrokimia disebut juga dengan nama Petroganik, secara signifikan dari posisi sebelumnya Rp 1.000 per kilogram.
Upaya ini kata Eddy, merupakan keinginan pihaknya melakukan penetrasi pangsa pasar pupuk organik yang selama ini belum banyak direspon masyarakat. Selain juga merupakan upaya memberikan banyak alternatif pilihan jenis pupuk selain jenis non organik seperti Urea, Sp 36, ZA, Ponskha, dan lainya.
Animo masyarakat terhadap pupuk organik sejauh ini masih di bawah 10 persen. Baik dari presentase pemakaian, pengetahuanya ataupun upaya untuk mengatahui tentang apa itu pupuk organik.
Buktinya, dari total yang dilepas Petrokimia pada tahun 2008, hanya 5.000 ton saja terserap atau sekitar 75 persen. Padahal jumlah 5.000 ton tersebut per tahun hanya sepersepuluh saja dari total kebutuhan pupuk di Sumsel.
Nah, ini kan peluang kata Eddy. Untuk tetap memperkenalkan eksistensi pupuk organik sebagai pupuk alternatif atau juga pupuk tambahan dengan unsur lengkap. Ada N, ada P, K, ada juga unsur hara lain sebagai penyubur tanahnya.
Oleh sebab itulah, tahun 2009 ini Petrokimia menambah alokasi jumlah pupuk organik (Petroganik) yang dilepas di Sumsel menjadi 10.000 ton, dengan harga Rp 500 per kilogram. ”Dengan turunya harga, kita prediksi permintaan bakal naik. Bahkan, jika kebutuhan besar, kita siap suplay sebanyak mungkin,”jelas Eddy.
Saat ini saja, PT Petrokimia sudah punya 30 unit pabrik petroganik di seluruh Indonesia dengan kapsitas produksi rata-rata 5.000 ton per tahun, bisa didistribusikan ke wilayah membutuhkan.
Dari 30 unit pabrik tersebut, Sumsel belum ada. ”Memang, tahun lalu sudah ada minat membangun pabrik petroganik mini kapasitas 5.000 ton per tahun dengan investasi Rp 1,4 miliar lokasinya di Banyuasin,”kata Eddy.
Sayangnya, hasil survei tim dinyatakan belum layak dilanjutkan, karena bahan bakunya kurang terjamin. Januari 2009 lalu, ada lagi mengajukan kontrak pendirian pabrik mini ini di lokasi OKU Timur.
”Kami masih turunkan tim survei untuk melihat lebih dekat. Jika hasil survei bahan bakunya memenuhi, bisa dari jerami, kotoran binatang dan lainya. Maka, kita akan tindaklanjuti untuk pendirianya,”ungkapnya.
Karena, PT Petrokimia memberikan jaminan untuk pemasaranya. Jadi, seluruh produksi pabrik tersebut, siap dipasarkan oleh pihak Petrokimia. ”Bagi yang minat, tinggal ajukan proposalnya ke kita untuk kita survei menggunakan sistem sharing dengan pihak Petrokimia,”bebernya.
Mengenai peningkatan kapasitas produksi pupuk jenis organik secara umum. Eddy mengaku tahun 2009 sama dengan 2008, tidak naik untuk non organik seperti SP 36, superphose dan ponskha. NPK-Ponskha dari 700 ton per tahun menjadi 1.100 juta ton per tahun juga jenis SP- 18 sebanyak 800 ton per-tahun sebagai pengganti SP 36.
Jaminan lain yang dilakukan oleh PT Petro Kimia telah menyiapkan 2 kapal terbaru dengan kekuatan di atas rata-rata 3000 GT sebagai fasilitas untuk mengangkut pupuk dari PT Petro Kimia ke Sumsel. Selama ini, pihaknya mengaku banyak mengalami kendala, angkutan sehingga distribusi mengalami hambatan tak sesuai dengan porsi.(ayu)

Satu Tanggapan

  1. wah…ini menghancurkan industri kecil pupuk organik yang harsnya dapat berkembang dimasyarkat…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: