Kerjasama Antar Koperasi Minim

Koperasi Sumsel belum mampu menjalin kerjasama dengan koperasi lain dalam hal pemberian pendanaan. Terlihat dari tidak adanya penerbitan surat utang koperasi (SUK). Sementara, teknik ini mampu menunjang kelangsungan hidup koperasi.

Surat Utang Koperasi (SUK) adalah koperasi yang bermodal besar mengeluarkan pinjaman modal kepada koperasi lain yang masih membutuhkan modal untuk pengembangan usaha.
Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha dari Kementrian Negara Koperasi Pusat, Djauhari menjelaskan, koperasi yang dapat mengeluarkan surat utang koperasi (SUK) adalah koperasi yang masuk dalam kategori memiliki tagihan lancar dan menerapkan gaji perbulan yang jelas kepada karyawannya (anggota). Ini mengambarkan koperasi tersebut efektif dan dapat berjalan dengan memiliki kecukupan modal besar untuk menyalurkan SUK
“SUK merupakan pinjaman modal dalam bentuk dana dari koperasi yang memiliki modal lebih untuk disalurkan kepada koperasi yang kekurangan modal. Pinjaman tersebut dikeluarkan dalam bentuk surat utang koperasi (SUK),” tegas Djauhari.
Saat ditanya apakah Koperasi di Sumsel khususnya Palembang sudah ada yang menerapkan SUK, Djauhari menjelaskan, secara nasional berdasarkan data yang tercatat pada Kementrian Negara Koperasi, baru ada 52 koperasi yang tersebar di Indonesia yang menerapkan SUK dengan jumlah dana yang tersalur sebesar Rp 14 miliar. Sementara Sumsel sama sekali belum ada yang menerapkan SUK tersebut, sumbangsihnya minim.
Hal ini mengambarkan, tambah Djauhari, koperasi di Sumsel belum ada yang siap merealisasikan SUK. Alasannya belum dapat diketahui secara pasti. Namun, kemungkinannya, modal yang dimiliki koperasi tersebut pas-pasan sehingga belum mampu meminjamkan dananya ke koperasi lain. Padahal koperasi memiliki resiko kemacetan yang sangat rendah.
”Dharapkan kerjasama antar koperasi harus ditingkatkan agar kelangsungan hidup antar koperasi dapat berjalan lancar. Tentunya ini bukan didasarkan pada persaingan,“ ucapnya. Perlu diketahui, dari SUK yang terealisasi dari 52 koperasi tersebut tingkat kemacetan (NPL) sangat memuaskan atau diangka nol persen.
Pada kesempatan tersebut, Djauhari juga menyinggung mengenai pembiayaan Resi Gudang. Saat ini program pemerintah mengenai pembiayaan dari perbankan tersebut, dianggap masih sangat kecil kontribusinya kepada para petani. Sistem pembiayaan resi gudang pada dasarnya meilhat banyaknya petani saat panen raya mengalami kerugian dengan anjloknya harga. dan itu terjadi saat panen saja dimana kerugian tersebut dapat di stabilkan lagi dalam kurun waktu 3 bulan
Sehingga untuk mengakalinya dengan cara meminjamkan uang kepada para petani pada waktu harga jatuh sehingga petani dapat menitipkan barang hasil pertanianya dan itu disebut dengan system resi gudang
Ada 3 model resi gudang yang dapat diterapkan yaitu system resi gudang berdasarkan UU No. 9 tahun 2006 mengenai tata cara resi gudang dimana berdasarkan kalkulasi belum banyak koperasi yang bisa menjangkau ini karena ini memang duiarahkan untuk menjadi effek atau surat berharga yang dipoerjual belikan di pasar modal dengan transksi derefatif
Model kedua yaitu Tripatise yaitu artinya selama ada yang memiliki uang, komoditas dan yang memiliki sarana gudang silakan saja mereka untuk berembuk membicarakan kerjasama dalam hal hal penimpanan baranag dan model yang ketiga yaitu Clost Sistem (membership) yaitu sebuah koperasi dapat melakukan perjanjian dengan anggotanya dimana koperasi menawakan kepada anggota untuk menyimpan barangnnya untuk dipinjam dan pihak Departemen Negara Koperasi baru focus kepada metode ke 2 dan 3
Adapun komoditi yang dapat disimpan dalam system resi gudang yaitu ada 9 produk seperti Padi, dan Rumput laut yang paling mendominasi kemdian, jagung, gandum, gula dan lainnya dimana system ini sangat dipengaruhi oleh demand dan supply.(far)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: