Balikan Metode Kerja PR

Di tengah terpaan krisis seperti sekarang teknik pemasaran menggunakan media kurang efektif. Cara ini membutuhkan biaya tinggi sementara perusahaan dituntut untuk efisiensi. Untuk itu, peran public relation (PR) perlu lebih optimal.

Public relation selama ini selalu diindentikan dengan perannya sebagai media relation. Ketika ada program branding, PR selalu menggunakan jasa dari media, cara ini memang cukup ampuh, karena kadang PR tidak perlu membuat key performance indicator (KIP) lantaran atasan sudah merasa puas. Tetapi ketika diminta membuat KPI, yang dilakukan tidak jauh dari media value atau communication value yang sebenarnya tidak menggukur value itu sendiri.
Permasalahan yang terjadi saat ini, merebaknya krisis ekonomi dunia yang memungkinkan turunnya penjualan, menyebabkan kebijakan pengurangan iklan yang berbiaya tinggi. Hal ini menyebabkan PR harus memikul tanggung jawab pencitraan mereka dengan biaya yang kecil.
Apakah hanya media iklan yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk pencitraan mereknya. Sedangkan bahasa konsumen berbeda-beda, malah bukan tidak mungkin media massa konvensional tidak berperan dalam komunikasi komunitas.
Dengan cost yang semakin tinggi, teryata ada cara lain yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan untuk pencitraan mereknya, yaitu memaksimalkan peran dari internal perusahaan itu sendiri. Dalam hal ini peran dari PR, berbeda dengan iklan ketika pembaca menurun otomotis pencitraan produk juga menurun, namun PR dalam kondisi apapun mereka harus terus berkomunikasi dengan konsumen.
Dalam seminar yang bertajuk Public relation Strategy, yang digelar di Hotel Classie, Managing Partner dan Senior Consultant AsiaPR,Silih Agung Wasesa menggungkapkan, yang diperlukan bukanlah media selection atau menyeleksi media yang sesuai dengan value informasi Tapi yang dibutuhkan ialah image showding. ”Bagaimana kita memposisikan diri sebagai target audiens, jadi pekerjaannya dibalik. Bukan merunut alur informasi tapi sebagai orang yang menerima informasi, jadi targetnya bukan menyampaikan message saja tapi bagaimana mampu merubah perilaku terhadap merek,” jelasnya
Image showding yang coba dijelaskan oleh Silih ialah bagaimana memanfaatkan PR sebagai pembentuk suatu komunitas, tentunya dengan melibatkan semua elemen yang ada di perusahaan untuk menjadi PR. Kerjanya memang harus diluar perusahaan.
Artinya dalam membentuk komunitas dirinya tidak sedang promosi suatu produk, tapi murni untuk membentuk suatu komunitas, tetapi tentu membawa nilai-nilai yang sudah disepakati dengan perusahaan, seperti halnya yang telah dilakukan oleh PR suatu merek sepeda, mereka membentuk komunitas sepeda dengan mengangkat tema bike to work. Dengan semangkin meluasnya komunitas sepeda dan menjadi life style baru dibuat produk campaign oleh perusahaan.
Disitulah pentingnya program yang dikembangkan berbasis showding. Dia bisa berkembang dan hidup dengan sendirinya, termasuk citra baiknya yang terus bergulir, dengan tidak hanya berpatokan pada maraknya pemberitan.
Jadi peran PR bagaimana memahami kebutuhan konsumen secara jangka panjang, PR juga harus tahu cara berkomunikasi dengan konsumen, isu-isu apa saja yang harus mereka buat untuk konsumen.
Menanggapi masalah ini, public relation Hotel Horison Prayudi Tama mengatakan, peran PR yang dilakukan perusahaannya selama ini sebatas promosi dengan menggunakan media, baik itu media massa, elektronik, maupun radio. ”Cara seperti ini, cukup efektif untuk sosialisasi hotel kami,” tandasnya.
Teknik promo lainnya yang dilakukan misalnya dengan menggundang konsumen untuk selanjutnya dilakukan pemaparan tentang suatu produk keluaran hotel itu yang dipromosikan.
”Memang sejauh ini pelatihan-pelatihan untuk PR di Palembang jarang sekali. Jadi promosi yang kami lakukan sejauh ini hanya lewat media, kami menyebut ini komunikasi multiarah, artinya semua media digunakan untuk melakukan promosi,” ucap dia.(rd1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: