Bursa Regional Seret Indeks

MELEMAHNYA sektor regional kembali berimbas pada indeks pasar modal tanah air. Bursa regional mayoritas ditutup melemah. Indeks Kospi di Korea turun 41,15 poin di level 1.065,95, penutupan terendah sejak Desember. Kemudian Indeks Nikkei 225 turun 141,27 poin (1,9 persen) di level 7.416,38, terendah sejak 4 bulan terakhir.

Untuk sepekan, Nikkei merosot 4,7 persen, sedangkan sejak awal tahun sudah turun 16 persen. Indeks Hang seng di Hong Kong juga anjlok 324,59 poin (2,49 persen) menjadi 12.698,77. Pada perdagangan saham kemarin (20/2), IHSG ditutup turun 26,754 poin (2,02 persen) menjadi 1.296,942. Indeks LQ-45 turun 6,231 poin (2,42 persen) menjadi 251,730 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,298 poin (1,53 persen) menjadi 212,334. Analis dari Bhakti Securities Budi Ruseno mengemukakan bahwa indeks sangat sentisif dengan pasar regional sehingga ikut tertekan. “Pasar saat ini masih menantikan laporan keuangan kuartal keempat 2008 yang diprediksikan negatif. Sementara pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga belum mampu diatasi oleh intervensi BI. Minimnya sentimen positif di pasar membuat bursa sulit menguat,” ujarnya di Jakarta kemarin (20/02). Budi menjelaskan bahwa pasar sempat menguat dipimpin oleh sektor komoditas dan energi. Namun kondisi tersebut akhirnya melemah juga di sesi kedua perdagangan menyusul anjloknya harga minyak di bawah USD 40 per barel di pasar Asia. “Kondisi itu memicu aksi profit taking dari investor-investor yang menunggu momentum,” lanjutnya. Bursa saham Indonesia di awal perdagangan dibuka di level 1.321 dan bergerak turun hingga pada sesi siang bertengger di level 1.314. Koreksi terus terjadi hingga di akhir sesi, indeks terlempar ke level 1.296. Pemicunya adalah ambruknya tiga sektor, yaitu tambang, infrastruktur dan perkebunan. Tekanan jual terlihat dari jumlah saham yang turun yang lebih banyak dibandingkan yang menguat. Sebanyak 21 saham naik, 93 saham turun dan 41 saham stagnan. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 1,428 triliun dengan volume sebanyak 1,993 miliar unit saham dan 45.987 kali transaksi. Sejumlah saham yang melemah adalah PT Petrosea (PTRO) terdepak Rp 800 ke level Rp 7.000, PT Indosat (ISAT) jatuh Rp 350 menjadi Rp 4.350, PT Astra International (ASII) anjlok Rp 200 menjadi Rp 10.900, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melemah Rp 200 menjadi Rp 4.200, PT United Tractors (UNTR) merosot Rp 200 ke level Rp 5.250, PT Indocement (INTP) turun Rp 175 menjadi Rp 4.050, PT Telkom (TLKM) jatuh Rp 150 ke level Rp 6.250, dan PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp 20 menjadi Rp 780. Sedangkan saham yang menguat antara lain PT Samudera (SMDR) yang melonjak Rp 375 menjadi Rp 3.000, PT Adira Multi Finance (ADMF) naik Rp 50 menjadi Rp 2.350, PT Bayan (BYAN) terangkat Rp 30 menjadi Rp 1.000, dan PT Lautan Luas (LTLS) naik Rp 30 menjadi Rp 620. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: